Selamat datang di toko Buku Online kami Buku Diskon,Murah Ajibayustore

Kamis, 24 Desember 2015

Teknologi Aspal dan Penggunaannya dalam Konstruksi Perkerasan Jalan, Soehartono

AJIBAYUSTORE  Judul Buku : Teknologi Aspal dan Penggunaannya dalam Konstruksi Perkerasan Jalan Pengarang : Ir. Soehartono Penerbit : ANDI
Judul Buku:Teknologi Aspal dan Penggunaannya dalam Konstruksi Perkerasan Jalan
Pengarang:Ir. Soehartono
Penerbit:ANDI
Cetakan:Edisi 1
Tahun Terbit:2015
Bahasa:Indonesia
Jumlah Halaman:174
Kertas Isi:HVS
Cover:Soft
Ukuran:14 x 21
Berat:300
Kondisi:Baru
Harga:Rp    49,000diskon 15%
Bayar:Rp   41,650
Stock:1

Teknologi Aspal dan Penggunaannya dalam Konstruksi Perkerasan Jalan
Pengarang : Ir. Soehartono
Penerbit : ANDI
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 JENIS-JENIS ASPAL
2.1 Aspal Minyak
2.2 Aspal Emulsi
2.3 Cut Back Asphalt
2.4 Aspal Modifikasi
2.5 Aspal Buton (Asbuton)
2.6 Slop Oil
BAB 3 KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN DENGAN BAHAN ASPAL
3.1 Burtu (Labur Satu)
3.2 Burda (Labur Dua)
3.3 Penetrasi Macadam
3.4 Beton Aspal
3.5 Beton Aspal Lapis Aus (AC Wearing Course)
3.6 Beton Aspal Lapis Tipis (ACVTO = Asphalt Concrete Very Thin Overlay)
3.7 Beton Aspal Lapis Pengikat (AC Binder)
3.8 Beton Aspal Lapis Fondasi (AC Base Course, Asphalt Treated Base)
3.9 Beton Aspal Anti Abrasi
3.10 Beton Aspal Sand Sheet
3.11 Beton Aspal SMA (Split Mastic Asphalt)
3.12 Beton Aspal FIRS (Hot Rolled Sheet)
3.13 Gussasphalt
3.14 Beton Aspal Recycling
3.15 Lapis Antarmuka
3.16 Sealant
3.17 Expansion Joint
3.18 Aspal Gelar Tunda
BAB 4 TES BAHAN DAN SIFAT DASAR MATERIAL ASPAL
4.1 Tes Standar Bahan Aspal
4.1.1 Penetrasi
4.1.2 Titik Lembek
4.1.3 Titik Nyala
4.1.4 Kehilangan Berat
4.1.5 Kelarutan
4.1.6 Daktilitas
4.1.7 Penetrasi setelah kehilangan berat
4.1.8 Daktilitas setelah kehilangan berat
4.1.9 Berat Jenis
4.1.10 Bitumen Test Data Chart (BTDC)
4.2 Unsur-Unsur Pembentuk Aspal
4.2.1 Asphalten
4.2.2 Malten
4.3 Tes Khusus Material Aspal
4.3.1 Kandungan Paraffin
4.3.2 Kohesi
4.3.3 Adhesi
4.3.4 Performance Grade
4.3.5 Tes-Tes Lain
4.4 Tes Campuran Aspal dan Agregat
4.4.1 Marshall Tests
4.4.2 Wheel Tracking Test
4.4.3 Refusal Density Test
4.4.4 Cantabro Test
BAB 5 MATRIX BAHAN ASPAL DAN AGREGAT
5.1 Definisi dan Pengertian
5.2 Konsep Dasar Gradasi Agregat
5.3 Persyaratan Batuan
5.3.1 Los Angeles Abrasion Test
5.3.2 Elongation (Kepipihan dan Kelonjongan)
5.3.3 Debu Batu
5.3.4 Filler
5.3.5 Kebersihan
5.3.6 Tes-Tes Lain
5.4 Gradasi Batuan
5.4.1 Garis, Fuller
5.4.2 Garis, Gradasi Terbuka
5.4.3 Gradasi Tertutup atau Gradasi Menerus
5.4.4 Gradasi Senjang
5.4.5 Gradasi Single Size
5.5 Pengaruh Suhu terhadap Fungsi Aspal dalam Campuran
5.5.1 Kelengketan Aspal
5.5.2 Aspal Sebagai Bahan Pengisi Rongga
5.5.3 Aspal Sebagai Bahan Pelicin
5.5.4 Aspal Sebagai Pelapis Anti Air (Waterproofing)
5.5.5 Aspal Sebagai Preservatif (Bahan Pengawet)
5.6 Persyaratan Aspal dalam Proses Pencampuran dan Pemadatan
5.6.1 Penerimaan Bahan Aspal
5.6.2 Pencampuran
5.6.3 Pemadatan
5.7 Perencanaan Campuran
5.7.1 Job Mix Formula (JMF)
5.7.2 Mix Control
5.7.3 Core Drill
5.8 Kelainan-Kelainan yang Sering Terjadi
5.8.1 Kalibrasi Suhu
5.8.2 Kalibrasi Timbangan
5.8.3 Suhu Pencampuran
5.8.4 Suhu Pemadatan
5.8.5 Taburan
5.9 Tipikal Kerusakan Beton Aspal
5.9.1 Gemuk aspal
5.9.2 Marka Jalan Bengkok
5.9.3 Deformasi Alur
5.9.4 Terburai
5.9.5 Porous pads Sebagian Permukaan
BAB 6 ASPAL MODIFIKASI
6.1 Definisi dan Pengertian
6.2 Tes Bahan dan Sifat Dasar Aspal Modifikasi
6.2.1 Penetrasi
6.2.2 Titik Lembek
6.2.3 Titik Nyala
6.2.4 Kehilangan Berat
6.2.5 Kelarutan
6.2.6 Daktilitas
6.2.7 Tes Khusus (1. Tes Recovery Factor, 2. Tes Cantabro, 3. Tes Storage Stability)
6.3 Bahan Aditif Aspal Modifikasi
6.3.1 Plastomer
6.3.2 Elastomer
6.3.3 Polimer
6.3.4 Asphalten
6.3.5 Serat selulosa
6.3.6 Re-use Tyre Rubber
6.4 Sifat-Sifat Khusus Aspal Modifikasi
6.4.1 Kelengketan
6.4.2 Tahan Panas
6.4.3 Kekentalan
6.4.4 Pasokan
6.4.5 Aditif Ideal
6.4.6 Kesulitan Produksi
BAB 7 ASPAL EMULSI
7.1 Definisi dan Pengertian
7.2 Tes Dasar dan Sifat Bahan
7.3 Penggunaan
7.3.1 Lapis Ikat (Tack Cout)
7.3.2 Lapis Resap Ikat (Prime Coat)
7.3.3 Campuran Dingin
7.3.4 Lain-Lain
7.4 Kendala Penggunaan
7.4.1 Batas Waktu
7.4.2 Rawan Manipulasi
7.4.3 Muclah Melunak
7.4.4 Kesulitan Produksi
BAB 8 ASPAL BUTON
8.1 Definisi dan Pengertian
8.2 Tes Bahan dan Sifat Dasar Asbuton
8.2.1 Mastik Aspal Alam
8.2.2 Ukuran Butir Asbuton
8.2.3 Kanclungan Air
8.3 Jenis-Jenis Asbuton Olahan
8.3.1 Butonite Mastic Asphalt
8.3.2 Retona
8.3.3 Buton Granulated Asphalt (BGA)
8.3.4 Ekstraksi Asbuton
8.3.5 Lain-Lain
8.4 Asbuton Dicampurkan ke dalam Beton Aspal (Cara Panas)
8.4.1 Asbuton Sebagai Pengganti Sebagian Aspal Minyak
8.4.2 Asbuton Sebagai Bahan Tambah Campuran Beton Aspal
8.5 Kendala Penggunaan Asbuton Secara Meluas
8.5.1 Mutu yang Tidak Seragam
8.5.2 Transportasi Sulit
8.5.3 Mutu Pekerjaan Belum Meyakinkan
8.5.4 Peralatan Belum Didesain Khusus untuk Asbuton
8.5.5 Pengolahan Asbuton Memerlukan Pengetahuan dan Keterampilan Khusus
8.5.6 Kebijakan Harga
8.6 Konsep Superlasbutag
8.6.1 Agregat Gradasi Terbuka
8.6.2 Aspal Minyak yang Ditambah Aditif Khusus (Modifier Viskositas)
8.6.3 Aditif Viskositas
BAB 9 DESAIN MATERIAL ASPAL
9.1 Definisi dan Pengertian
9.2 Parameter Koefisien Kekuatan Relatif
9.3 Pengaruh Loading Faktor pads Beton Aspal
9.4 Pembebanan Bersifat Kanalisasi
9.5 Pilihan terhadap Tipikal Kerusakan Akhir
9.5.1 Lapis Getas 1
9.5.2 Lapis Lentur I
9.5.3 Lapis Tipis (Very Thin Overlay)
9.5.4 Lapis Sangat Lentur
BAB 10 CATATAN PROYEK
10.1 Masa Pengenalan Konstruksi Perkerasan Jalan dengan Agregat Bergradasi dan Beton Aspal
10.2 Proyek-Proyek Bantuan Bank Dunia dengan Beton Aspal Bergradasi Menerus
10.3 Pengenalan Beton Aspal dengan Gradasi Senjang
10.4 Perkerasan Tipe Sederhana (Surface Dressing, Penetrasi Macadam, Asbuton) Masih Digunakan
10.5 Pengenalan Aditif untuk Meningkatkan Kinerja Aspal pads Temperatur Tropis (Gilsonite)
10.6 Pengenalan Aditif Selulosa (Teknologi Split Mastic Asphalt) dan Gradasi Terbuka Sebagai Teknologi untuk Daerah Tropis
10.7 Pengenalan Aspal Modifikasi dengan Aditif Kimia
10.8 Pemakaian Awal Berbagai Jenis Aspal Modifik di Pantura (Uji Delar Skala Penuh)
10.9 Era Aspal Modifikasi di Indonesia
BAB 11 ARGUMENTASI
11.1 Argumentasi tenting Titik Lembek
11.2 Argumentasi Aspal atau Semen
11.3 Argumentasi Pemanas Batu Bara, Hot Oil atau BBM
11.4 Argumentasi Gradasi Menerus dan Gradasi Terbuka
11.5 Argumentasi Permukaan Jalan Halus atau Kasar
11.6 Argumentasi Asbuton untuk Jalan Lintas Ringan atau Berat
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. Klasifikasi Aspal yang Biasa Kita Kenal
2. Klasifikasi Aspal Penetrasi Menurut Pemasok Aspal Minyak Tingkat Dunia
3. Spesifikasi Aspal Menurut Dirjen Praswil Tahun 2003
4. Sifat Aspal Terkait Nilai Index Penetrasi dan Titik Lembek
5. Nilai Stabilitas Marshall dengan Suhu Rendaman yan Berbecla-Beds
6. Grafik Hubungan Penetrasi, Titik Lembek, dan Index Penetrasi
7. Filosofi Pemilihan Aspal Kualitas Multigrade
8. Konsep Cara Peningkatan Titik Lembek Aspal
9. Bitumen Test Data Chart
10. Format Laporan Hasil Tes Marshall
11. Tipe Garis-Garis Gradasi Agregat
12. Gradasi Beton Aspal Menurut Spesifikasi Bina Marga 2007
13. Sifat-Sifat Mekanis dari Campuran Agregat
14. Perlukah Perkerasan Jalan Menggunaan Aspal Modifikasi?
15. Superlasbutag Sebagai Alternatif Beton Aspal

KEMBALI KE HALAMAN AWAL

Share This Article


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015. AJIBAYUSTORE - All Rights Reserved-ALAMAT JALAN KEBANGKITAN NASIONAL TOKO BUKU NO.21-22 SOLO JAWA TENGAH KONTAK:0857 2823 4422
Creating Website Miko Bayu Saputra