
| Judul Buku | : | MANAJEMEN IMPOR DAN IMPORTASI INDONESIA | |
| Pengarang | : | Prof. Dr. Herman Budi Sasono, SE., MM | |
| Penerbit | : | Andi | |
| Cetakan | : | Ke-1 | |
| Tahun Terbit | : | 2013 | |
| Bahasa | : | Indonesia | |
| Jumlah Halaman | : | 330 hlm | |
| Kertas Isi | : | HVS | |
| Cover | : | Soft | |
| Ukuran | : | 19 x 23 cm | |
| Berat | : | 500 gram | |
| Kondisi | : | Baru | |
| Harga | : | Rp 89,000 | |
| Bayar | : | Rp 80.000 | |
| Stock | : | 1 | |
MANAJEMEN
IMPOR DAN IMPORTASI INDONESIA
Pengarang: Prof. Dr. Herman Budi
Sasono, SE., MM
Penerbit: Penerbit Andi
DAFTAR
ISI
BAB 1 IMPOR, MEMBELI BARANG DAN JASA DARI
NEGARA LAIN
1.1 Beberapa Pemahaman tentang Impor pada
Berbagai Zaman
1.1.1 Impor pada Zaman Merkantilisme
1.1.2 Impor pada Zaman Mahatma Gandhi
1.1.3 Impor pada Zaman Belanda/VOC (Vereenigde
Oost Indische Compagnie)
1.1.4 Impor pada Zaman Kemerdekaan Republik
Indonesia
BAB 2 BEBERAPA PERBEDAAN MEMBELI DI PASAR
LOKAL DAN MEMBELI DI PASAR INTERNASIONAL
2.1 Perbedaan Bahasa
2.2 Perbedaan Kedaulatan Negara/Pemerintah
2.3 Perbedaan Mata Uang yang Dipakai
2.4
Perbedaan Taste & Habits Konsumen di Berbagai Negara
2.5
Perbedaan Jenis Pasar
2.6
Perbedaan Strategi Perdagangan Luar Negeri Masing-Masing Negara
BAB 3 BEBERAPA KONDISI HARGA BARANG IMPOR
3.1
Kewajiban Importir dalam Kondisi Harga FOB
3.2
Kewajiban Importir dalam Kondisi Harga CFR
3.3 Cost,
Insurance, and Freight (CIF)
3.4 Carriage
Paid To (CPT)
3.5
Syarat Perdagangan "CPT"
3.6
Kewajiban Penjual/Eksportir dalam Syarat CPT
3.7
Kewajiban Pembeli/Importir dalam Syarat CPT
BAB 4 SYARAT PERDAGANGAN CIP, DAF, FCA,
FAS, CFR, CIF
4.1
Kewajiban Importir dalam Syarat "CIP"
4.2
Syarat Perdagangan Delivered at Frontier (DAF)
4.3
Kewajiban Penjual/Eksportir/Seller
4.4
Kewajiban PembeiVimportir
4.5
FCA (Free Carrier)
4.6
FAS (Free Alongside Ship)
4.7
CFR (Cost and Freight)
4.8
Berbagai Kewajiban Lainnya bagi Seller dan Carrier
4.9
DEQ (Delivery Ex Quay)
4.10 Bill
of
Lading
dan
Data Elektronik
BAB 5 BEBERAPA LANGKAH YANG HARUS
DILAKUKAN IMPORTIR
5.1
Importir Mencari Co-Partner di Luar Negeri
5.2
Importir Menandatangani Kontrak Penjualan
5.3
Importir Melangkah ke Bank Devisa/Issuing Bank di Negaranya
5.4
Importir Menerima Paket Dokumen Barang Impor
5.5
Importir Menghubungi Shipping Agent/Shipping Company
5.6
Menghubungi Radio Pantai Gudang Lini I, PBM, clan EMKL
5.7
Membuat PIB clan Kewajiban Kepabeanan bagi Importasinya
5.7.1 Pengeluaran Barang Impor Dapat Dilakukan dengan Beberapa Tujuan
5.7.1 Pengeluaran Barang Impor Dapat Dilakukan dengan Beberapa Tujuan
5.7.2
Dokumen yang Dipakai untuk Pengeluaran Barang Impor
5.8
Menghubungi Pengusaha Truk dan Mengenali Jenis-Jenis Truk
BAB 6 INSTANSI-INSTANSI/DEPARTEMEN TERKAIT
IMPORTASI INDONESIA
6.1 Impor, Importir, clan Barang Impor
6.2
Gambaran Impor Barang secara Umum
6.3 Definisi Kepabeanan
6.4 Importir: Definisi dan Tujuannya
6.5
Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor dengan PIB secara Manual
6.6
Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor dengan PIBT
6.7
Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor dengan PIB ESKEP
6.8
Pembatalan PIB (Pemberitahuan Impor Barang)
6.9
Bea Masuk dan Cukai
6.10
Klasifikasi clan Pembebanan Barang Impor
6.11
Pengeluaran Barang Impor dengan Bea Masuk
6.11.1
Pembongkaran clan Penimbunan Barang Impor di Tempat Lain
6.12
Kemudahan-Kemudahan di Bidang Pelayanan Impor
BAB 7 PENETAPAN JALUR BALI BARANG IMPOR
(KPU)
7.1 Penetapan Jalur Non-KPU
7.2 Hal-Hal yang Harus Dilakukan Importir untuk Mengeluarkan Barang
Impornya
dari Pelabuhan
7.3
Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK)
7.4
Angka Pengenal Importir (API)
BAB 8 BEA MASUK BARANG IMPOR
8.1
Perhitungan Bea Masuk
8.2
Pembongkaran Barang Impor
8.3
Perbaikan Inward/Outward
Manifest (Redress)
8.4
Kedatangan Sarana Pengangkut dan Penimbunan Barang Impor
BAB 9 LEMBAGA PENDUKUNG TERKAIT REALISASI
IMPOR INDONESIA
9.1
Pertamina Selaku Penyuplai BBM Kapal Impor
9.1.1
Sejarah Penemuan Minyak
9.1.2
Penemuan Minyak di Indonesia
9.1.3
Sejarah Pertamina
9.1.4
Kegiatan Eksplorasi dan Produksi
9.1.5
Pemenuhan Kebutuhan dalam Negeri
9.1.6
Angkutan Migas Melalui Laut
9.1.7
Hambatan-Hambatan yang Dialarni Pertamina dalam Ekspor Impor BBM
9.1.8
Produk-Produk Pertamina
9.1.9
Pola Pasokan Penyaluran BBM ke Kapal-Kapal Pengangkut Barang Ekspor Impor
9.1.10
Pabrikasi
9.2 Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Impor Bahan
Pangan
9.2.1 Pemahaman tentang Ketahanan Pangan
9.2.2 Tugas-Tugas Badan Ketahanan Pangan (BKP)
9.2.3 Bidang Penganekaragaman Pangan
9.2.4 Visi Badan Ketahanan Pangan (BKP)
9.2.5 Pangan Memenuhi Kebutuhan Pokok Manusia
9.2.6 Beberapa Istilah Populer tentang Pangan
9.2.7 Impor Pangan Mendukung Cadangan Pangan
Pemerintah
9.3 Badan Pusat Statistik (BPS) dan Data Barang Impor
9.3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik
9.3.2 Pengertian Badan Pusat Statistik
9.3.3 Aktivitas Badan
Pusat Statistik
9.3.4 Kedudukan, Tugas,
Fungsi, dan Kewenangan Badan Pusat Statistik..
9.3.5 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik
9.3.6 Sistem Statistik Nasional (SSN)
9.3.7 Kegiatan Statistik BPS, Pendataan Volume/Nilai Ekspor Impor
9.3.8 Program Badan Pusat Statistik
9.4 Badan Urusan Logistik (BULOG) dan Impor Bahan
Pangan Pokok
9.4.1 Sejarah Perum BULOG
9.4.2 Visi, Misi, dan Tugas Perum BULOG
9.4.3 Penjelasan tentang Perusahaan Umum BULOG
9.4.4 Peran BULOG dalam Kebijakan Perberasan
Nasional
9.4.5 Impor Bahan Pangan pada Masa Krisis Pangan
9.4.6 Peran BULOG Masa Depan
9.4.7 Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Desa
9.4.8 Komponen Kualitas Beras
9.4.9
Pengolahan Padi
9.4.10
Tata Cara Pemeriksaan Barang
9.5
Berbagai Peraturan Disperindag RI dan Dokumen Barang Impor
9.5.1
Pelaksana Impor
9.5.2
Barang-Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya
9.6
PT. Jasa Marga dan Angkutan Darat Komoditas Impor-Ekspor
9.6.1
Profit Perusahaan
9.6.2
Tata Kelola Perusahaan
9.6.3
Kebijakan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.
9.6.4
Layanan Transaksi
9.6.5
Peranan Jalan Tol dalam Pengangkutan Barang Ekspor Impor
9.6.6
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)
9.6.7
Hak dan Kewajiban Pengguna Jalan Tol
9.7 Port
Health Centre (PHC) dan ABK Kapal Pengangkut Barang Impor
9.7.1
Tujuan dan Sasaran Port Health Centre (PHC)
9.7.2
Cara Pencapaian Tujuan dan Sasaran di Pelabuhan Samudera
9.7.3
Kantor Kesehatan Pelabuhan di Lingkungan Departemen Kesehatan
9.7.4
Peranan PHC dalam Realisasi Ekspor Impor
9-9 PT. Sucofindo dan Analisis Kualitas-Kuantitas
Barang Impor
9.8.1
Berbagai Jasa PT. Sucofindo
9.8.2
Produk-Produk PT. Sucofindo
9.8.3
Uji tanpa Rusak
9.8.4 Peranan PT. Sucofindo dalam Menetapkan Kualitas Barang Ekspor Impor
9.8.5 PT. Sucofindo Surveyor Angkutan Laut dan Asuransi Terkait Ekspor Impor
9.8.4 Peranan PT. Sucofindo dalam Menetapkan Kualitas Barang Ekspor Impor
9.8.5 PT. Sucofindo Surveyor Angkutan Laut dan Asuransi Terkait Ekspor Impor
9.9
Kenavigasian dan Arus Kapal Pengangkut Barang Impor
9.9.1
Definisi dan Penjelasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran
9.9.2
Kegiatan Kenavigasian Terkait Kapal Pengangkut Barang Ekspor Impor
9.9.3
Alur Pelayaran bagi Kapal Ekspor-Impor-Interinsuler
9.10
Rumah Sakit Internasional (RSI) dan ABK Kapal Benders Asing
9.10.1
Sejarah Rumah Sakit Internasional
9.10.2
Staf Rumah Sakit Internasional
9.10.3
Prosedur Pendaftaran dan Keluar Rumah Sakit
9.10.4
Layanan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Internasional
9.10.5
Layanan Penunjang (Layanan Kesehatan Lainnya)
9.11
Incoterms 2000
9.11.1
Tujuan Incoterms
9.11.2
Penggunaan Incoterms pada Kontrak Perdagangan
9.11.3
Seller's
Responsibillities
9.12
Kamar Dagang dan Industri (KADIN)
9.12.1
Sejarah Kamar Dagang dan Industri
9.12.2
Tujuan, Fungsi, Tugas Pokok Sejarah Kamar Dagang dan Industri
9.12.3
Musyawarah Nasional (Munas)
Share This Article
0 comments:
Posting Komentar