Selamat datang di toko Buku Online kami Buku Diskon,Murah Ajibayustore

Minggu, 13 Agustus 2017

Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik Veithzal Rivai Zainal

 Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik


Judul Buku : Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik
Pengarang : Prof. Dr. Veithzal Rivai Zainal, S.E., M.M., MBA Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., . Prof. Dr. Thoby Mutis Dr. Willy Arafah, S.E., M.M., DBA
Penerbit : Rajawali Pers
Cetakan : Ke - 7
Tahun Terbit : 2015  
Bahasa : Indonesia  
Jumlah Halaman : 782  
Cover : Soft  
Ukuran : 19 x 26  
Harga : Rp 328.000 DISKON20%
Bayar : Rp 262400  

DAFTAR ISI

Bab 1 Pendahuluan
1. Pendahuluan
2. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
3. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
4. Sasaran Manajemen Sumber Daya Manusia 2. Aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia
5. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
6. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia
7. Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia
8. Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia
9. Praktik Pengelolaan Slumber Daya Manusia 1. Perkembangan Manajemen SDM
10. Masalah SDM
11. Tantangan Manajemen SDM
12. Tantangan Eksternal
13. Tantangan Internal

Bab 2 Perencanaan Sumber Daya. Manusia
1. Pendahuluan
2. Pengertian Perencanaan SDM
3. Manfaat Perencanaan SDM
4. Tujuan Perencanaan SDM
5. Langkah-langkah Perencanaan SDM
6. Tantangan SDM
7. Pelaksanaan Perencanaan SDM
8. Teknik-teknik Perencanaan SDM
9. Sistem Perencanaan SDM
10. Model Perencanaan SDM

Bab 3 Peran Perencanaan Strategi MSDM
1. Pendahuluan
2. Pengertian Perencanaan Strategi MSDM
3. Langkah-langkah Perencanaan Strategis
4. Tingkatan Perencanaan Strategis
5. Penentuan Isu-isu SDM
6. Konteks Strategis MSDM
7. Perumusan Strategi MSDM
8. Perumusan Strategi Manajemen
9. Perumusan Strategi SDM
10. Rencana Kegiatan
11. Penerapan
12. Manajemen SDM yang Strategis
13. Peran SDM Sebagai Mitra Strategis

Bab 4 Analisis dan Rancang Pekerjaan
1. Pendahuluan
2. Analisis Pekerjaan
3. Pengertian Analisis Pekerjaan (Job Analysis)
4. Tujuan Analisis Pekerjaan
5. Pengumpulan Informasi Analisis Pekerjaan
6. Sistem Informasi Analisis Pekerjaan
7. Langkah-langkah dalam Analisis Pekerjaa
8. Teknik Analisis Pekerjaan
9. Deskripsi dan Spesifikasi Pekerjaan
10. Aplikasi Analisis Pekerjaan
11. Metode Baru Analisis Pekerjaan
12. Hubungan Analisis Pekerjaan dengan SDM
13. Rancang Pekerjaan
14. Kerangka Rancang Pekerjaan: Input-Output
15. Faktor-faktor yang Memengaruhi Rancang Pekerjaan
16. Teknik Rancang Ulang Pekerjaan
17. Peran SDM dalam Merancang Pekerjaan

Bab 5 Rekrutmen dan Seleksi
1. Pendahuluan
2. Rekrutmen
3. Pengertian Rekrutmen
4. Tujuan Rekrutmen
5. Prinsip-prinsip Rekrutmen
6. Proses dan Sumber-sumber Rekrutmen
7. Seleksi
8. Pengertian Seleksi
9. Proses dan Tahapan Seleksi
10. Sistem Seleksi yang Efektif
11. Faktor-faktor Penting Diperhatikan dalam Seleksi
12. Jenis-jenis Seleksi
13. Masalah-masalah yang Ditemukan dalam. Seleksi
14. Peranan Rekrutmen dan Seleksi

Bab 6 Pengenalan, Penempatan dan Pemberhentian
1. Pendahuluan.
2. Pengenalan
3. Tujuan Pengenalan
4. Program Pengenalan
5. Isi Program Pengenalan dan Tanggung jawab Pelaksanaan
6. Kesempatan dan Sulit
7. Manfaat Program Pengenalan
8. Tindak Lanjut Pengenalan
9. Implikasi Internasional
10. Penempatan
11. Promosi
12. Transfer dan Demosi
13. Job Posting Programs
14. Beberapa Masalah dalam Penempatan
15. Pemberhentian
16. Meninggalkan Pekerjaan Sementara (Cuti)
17. Pengurangan
18. Pengunduran Diri Sementara
19. Pemecatan (Penghentian/Pemutusan Hubungan Kerja)

Bab 7 Pelatihan dan Pengembangan SDM
1. Pendahuluan
2. Pengertian Pelatihan dan Pengembangan
3. Sasaran Pelatihan dan Pengembangan
4. Manfaat Pelatihan
5. Kebutuhan Pelatihan
6. Identifikasi Kebutuhan Pelatihan
7. Langkah-langkah Pelatihan dan Pengembangan
8. Faktor-faktor yang Berperan dalam Pelatihan dan Pengembangan
9. Metode Pelatihan dan Pengembangan
10. Evaluasi Program Pelatihan dan Pengembangan
11. Pengembangan SDM
12. Keusangan Karyawan
13. Diversifikasi Tenaga Kerja Domestik dan Internasional
14. Perubahan Teknologi
15. Pengembangan EEO dan Tindakan Tegas (Affirmative Action)
16. Turover-nya Pekerja
17. Pengukuran Kualitas Pengelolaan Pelatihan dan Identifikasi Kebutuhan
Pelatihan

Bab 8 Perencanaan dan Pengembangan Karier
1. Pendahuluan
2. Pengertian Perencanaan dan Pengembangan Karier
3. Tujuan dan Manfaat Perencanaan dan Pengembangan Karier
4. Perencanaan Karier
5. Tujuan dan Manfaat Perencaan Karier
6. Pola Karier
7. Pengembangan Karier
8. Tahap-tahap Pengembangan Karier Individu
9. Program Pengembangan Karier
10. Pengembangan Karier Terintegrasi dengan Perencanaan SDM
11. Hubungan antara Perencanaan Karier dengan Pengembangan Karier
12. Kebutuhan Pekerja
13. Pendekatan Diagnostik untuk Perencanaan dan Pengembangan Karier
14. Karier Tanpa Batas
15. Instrumen Pengukuran Pengembangan Karier

Bab 9 SDM Berbasis Kompetensi dah Profesional
1. Pendahuluan
2. Menilai Melalui Orang
3. Fokus Baru untuk Dekade Baru
4. Cara untuk Meraih Nilai
5. Metode Praktis
6. Penerapan Aplikasi Kompetensi pada SDM
7. Manajemen SDM Terpadu
8. Cluster: Sebagai Organisasi Masa Depan
9. Kompetensi: Sebuah Faktor yang Penting
10. Sejarah dan Definisi Kompetensi
11. Definisi Kompetensi
12. Membangun Model Kompetensi
13. Mengukur Kompetensi
14. Behavior Event interview (BEI)
15. Tes
16. Assesment Center
17. Biodata
18. Rating
19. Pembuatan Profit Kompetensi
20. Panel Ahli
21. Peristiwa Perilaku Wawancara
22. Analisis Data
23. Validasi
24. Model Kompetensi dan Pendekatan Terpadu
25. Penerimaan dan Seleksi
26. Penempatan dan Perencanaan Suksesi
27. Pengembangan Karier
28. Membayar untuk Kompetensi dan Manajemen Kerja
29. Standar Kompetensi
30. Mengapa Perlu Standar Kompetensi?
31. Bentuk Standar dan Struktur Kompetensi
32. Perencanaan Karier dan Suksesi
33. Karyawan yang B&ubah
34. Sistem Perencanaan SDM
35. Mengapa Menggunakan Model Kompetensi
36. jalur Karier Berbasis Kompetensi
37. Perencanaan Suksesi Berdasarkan Kompetensi
38. Penerimaan dan Seleksi Berdasarkan Kompetensi
39. Prinsip Desain
40. Spesifikasi Kompetensi
41. Mengukur Pelamar Kerja Seleksi Kompetensi
42. Penjaminan Mutu
43. Keefektifan Biaya
44. Analisis Potensial. dalam Pengembangan Manajemen
45. Tujuan Analisis Penilaian Potensi
46. Bagaimana Bekerja dengan Praktis
47. Kinerja Manajemen Menuju ke Mana?
48. Definisi Manajemen Kinerja
49. Membuat Kinerja Manajemen Dapat Terlaksana
50. Manajemen Kinerja
51. Membayar untuk Kompeten, Apa Artinya?
52. Pembayaran untuk Apa?
53. Manakah Faktor yang Mengancam?
54. Bagaimana Kompetensi Mengendalikan Pembayaran
55. Mengelola Motivasi untuk Mengubah Kinerja
56. Manajer Era Tahun 1990-an
57. Tujuan Mengelola Motivasi untuk Meningkatkan Kinerja
58. Kebutuhan Kompetensi Pekerjaan: Para Manajer
59. Mengukur Suasana
60. SDM Profesional.
61. Menjadikan Profesional Sebagai Budaya
62. Pemimpin dalam Membangun Budaya Organisasi
63. Merekayasa Budaya Perusahaan Sebagai Alat Manajemen
64. Strategi, Struktur, dan Kultur
65. Memahami Elemen Kunci
66. Langkah-langkah Modifikasi Budaya Perusahaan
67. Strategi Meraih Sukses dalam Perusahaan
68. Kemampuan Menyusun Skala Prioritas
69. Kemampuan Merancang Strategi dan Merangsang Inovasi
70. Kemampuan Mengelola Waktu
Menjadi Konsultan Bagi Organisasi
12.Berorientasi Result
13. 'Good Corporate Governance'
14. Corporate Governance di Indonesia dan di Organisasi Kita

Bab 10 Total Quality Management
1. Pendahuluan
2. Total Quality Management (TQM)
3. Apa Itu TQM?
4. Sejarah Total Quality
5. Perangkat TQM
F Prinsip Kinerja Berbasis Mutu
1. Manajemen Mutu
2. Model Malcolm Baldrige National Quality Award
3. Total Quality Environmental Management (TQEM)
4. Sejarah TQEM
5. GEMI
6. Apa Itu TQEM?
7. Mengapa Setelah Menerapkan EMS Masih Diperlukan TQEM?
8. EMS Berbasis Penyesuaian (Conformance) clan EMS Berbasis Kinerja/Mutu
9. Implementasi TQEM
10. Pengertian Mutu
11. Apakah Memerlukan Total Quality?
12. Alasan Utama untuk Menerapkan TQM
13. Mengapa TQ Gagal
14. Mengidentifikasi Manfaat dan Corak TQ untuk Perusahaan
15. Definisikan Apa yang Dibutuhkan untuk Mencapai Keberhasilan
16. Apakah TQCukup Berharga untuk Diupayakan?
17. Langkah-langkah Implementasi TQ
18. Mempelajari dan Memahami Total Quality Manajemen Secara Menyeluruh
19. Elemen TQ
20. Beberapa Sumber Historis Elemen
21. Setiap Orang Menghargai Pelayanan Personal
22. Memahami dan Mengadopsi Filosofi Perbaikan yang Berkesinambungan
23. Perubahan Budaya Perusahaan
24. Teori Perbaikan Kaizen dan Dunia Barat
25. Orang dan Pembelajaran
26. Peran Administrasi dalam Perbaikan yang Terus-Menerus
27. Pertimbangan TQM untuk Perusahaan
28. Menilai Jaminan Mutu dan Program Quality Control Saat Ini
29. Pelayanan Kesehatan dan Model Manufakturing
30. QA Pelayanan Kesehatan
31. Manufakturing Model Quality Control
32. Model QC dan QA Post-Secondary
33. QA dan QC
34. TQM, Jaminan dan Pengawasan
35. Pengembangan Total Quality System (TQS)
36. TQS Sebagai Impian
37. Menetapkan Kebijakan Mutu dan Kesanggupan untuk Mendukung
38. Menetapkan Aktivitas Struktur Perbaikan Mutu
39. Memilih Pemimpin Bermutu dan Bertanggung Jawab
40. Koordinator Peningkatan Mutu
41. Tanggung Jawab Dewan Peningkatan Mutu
42. Pelaksana yang Bertanggung Jawab
43. Tanggung Jawab Tim Mutu
44. Pengembangan Konsep Mutu dari TQE Pengembangan Perencanaan Strategic
45. Perencanaan Perbaikan Mutu
46. Program Pelatihan Mutu
13.Mendefinisikan Biaya Sistem Mutu
P Kesiapan Orang untuk Berubah dan Membangun Tim
1. Survei untuk Meninjau Ulang Budaya
2. Tim
3. Kelompok dan Mutu Tim
4. Mengelola Tim
5. Pentingnya Tim
6. Keanggotaan Tim dan Peraturan
7. Tim Kontrak dan Watak
Q Membaca untuk Menemukan Penyebab Masalah
1. Pentingnya Identifikasi Root-Cause
2. Analisis Kejadian dan Penghalang Dasar
3. Peristiwa dan Analisis Faktor Penyebab
4. Mengembangkan Satu Kejadian dan Analisis Faktor yang Menyebabkan
5. Dampak dari Ketekunan Root-Cause
6. Dampak dari Tim Pemecah Masalah
7. Langkah-langkah dalam Tim Pemecahan Masalah
8. Memilih dan Mengarahkan Continual Improvement Project
9. Diagram Sebagai Satu Alat Mutu
10. Pengungkapan Pendapat, suatu Teknik Tim
11. Diagram Sebab dan Akibat, suatu Alat mutu
12. Survei Pendapat, suatu Teknik dari Mutu
13. Diagram Mengapa-mengapa, suatu Teknik dari Mutu
14. Menerapkan Prosedur Tind#an Korektif
15. Kertas Cek, Sebuah Alat yang Bermutu
16. Analisis Pareto, Sebuah Alat yang Bermutu
17. Grafik, suatu Teknik yang Bermutu
18. Peringkat dan Pemeringkatan, suatu Teknik yang Bermutu
19. Histogram, suatu Alat yang Bermutu
20. Grafik yang Berjalan, Analisis dari Waktu ke Waktu
21. Bagan Kontrol, Pengendalian atas Penyimpangan
T Pertimbangan untuk Melaksanakan TQM
1. Kepemimpinan Deming
2. Sikap Kepelangganan
3. Analisis Nilai
4. Grafik Hubungan Timbal Balik
5. Diagram Pohon
6. Diagram Matriks
7. Tabel Perencanaan dan Penjadwalan
8. Mencari Pengetahuan. yang Mendalam
9. Mencari dan Memahami Pengetahuan yang Mendalam (Profound Knowledge)
10. Derajat Tingkatan yang Dimiliki untuk Memahami Pengetahuan yang
Mendalam
3. Kompetensi Inti dan Profound Knowledge yang Dikemukakan oleh Senge
4. Bertindak Selain dari Semangat TQ
5. Benchmarking, Alat Lain untuk Mengumpulkan Profound Knowledge
6. Meninjau, Membandingkan, dan Menampilkan Hasil-hasil
7. Menjaga/Mengendalikan Pergantian Karyawan dan Mendapatkan Komitmen
dari Pendatang Baru
8. Komitmen Terhadap Pelayanan
9. Memperluas Visi Mengenai Mutu

Bab 11 Kinerja dan Penilaian Prestasi
1. Pendahuluan
2. Pengertian Penilaian Kinerja
3. Tujuan Penilaian Kinerja
4. Kriteria Penyelia (Penilai)
5. Kegunaan Penilaian Kinerja
6. Faktor-faktor yang Menghambat dalam Penilaian Kinerja
7. jenis-jenis Penilaian Kinerja
8. Aspek-aspek yang Dinilai
9. Metode Penilaian Kinerja
10. Metode Penilaian Berorientasi Masa Lalu
11. Metode Penilaian Berorientasi Masa Depan
12. Aplikasi Penilaian Kinerja Individu dengan Pendekatan MBO
13. Program Penilaian Kinerja
14. Perusahaan Mendapatkan Sukses Melalui Penilaian Kinerja
15. Sumber Kesalahan dalam Penilaian Kinerja
16. Teknik Penyuluhan dan Panduan untuk Wawancara Penilaian Kinerja
17. Umpan Balik untuk Fungsi SDM
R Penilaian Prestasi dan Instrumen Pengukuran Kinerja Karyawan
1. Penilaian Prestasi Kerja dan Potensi Karyawan Secara Individu
2. Instrumen Pengukur Kinerja Karyawan Secara Kelompok

Bab 12 Pengukuran Kinerja Menggunakan Balance Scorecards
1. Pendahuluan
2. Pengertian Kinerja dan Balance Scorecard
3. Kinerja dan Penilaian Kinerja
4. Balance Scorecard
5. Alasan Mengapa Diperlukan Balance scorecard
6. Keterbatasan Umum Performance Measurement System Tradisional
7. Keterbatasan Tentang Ukuran yang Spesifik
8. Konsep Balance Scorecard
9. Menerjemahkan Visi, Misi dan Strategi Perusahaan
10. Balance Scorecard
11. Tolok Ukur dalam Balance Scorecard
12. Financial Perspective
13. Customer Perspective
14. Internal Perspective
15. Learning and Innovation Perspective
16. Keunggulan dan Kelemahan Penerapan Balance Scorecard dalam Perusahaan
17. Keunggulan
18. Kelemahan
19. SDM Sebagai Mitra Strategis
20. Tantangan Pengukuran
21. Gambaran SDM: dari Profesional Hingga Mitra Strategis
22. Mengapa SDM? Mengapa Tidak yang Lain?
23. Melihat Lebih Dekat Keuntungan Intangible Assets
24. Arsitektur SDM Sebagai Aset SDM
25. Menempatkan Pengukuran Kinerja dengan Implementasi Strategi
26. Fokus pada Manajer SDM
27. Pengukuran Pengaruh Strategis SDM
28. Pengenalan Terhadap Proses Tujuh Tahap
29. Pengukuran Keseimbangan Kinerja
30. Menyatukan SDM ke dalam Pengukuran Kinerja Bisnis
31. Tahap Implementasi Peran Strategis SDM
32. Membuat HR Scorecard
33. Mengembangkan Sistem. Pengukuran SDM
34. Pemikiran di Balik HR Scorecard
35. Membuat HR Scorecard
36. Membasiskan HR Scorecard pada Fungsi SDM
37. Keuntungan HR Scorecard
38. Analisis Cost-Benefit untuk Memengaruhi SDM
39. Analisis Operasional vs Cost-Benefit
40. Aktivitas SDM Mana yang Harus Didanai dan Mengapa?
41. Kebutuhan Pengetahuan tentang Keuangan
42. Menentukan ROI dalam SDM: Ada Tiga Tahap Proses
43. Peran Benchmark
44. Menyatukan Semuanya
45. Membandingkan Analisis Cost-Benefit dan Pengembangan HR Scorecard
46. Prinsip Pengukuran Kinerja yang Andal
47. Tantangan Pengukuran
48. Numbers With Meaning
49. Pengukuran vs Konsep atau Visi
50. Masalah Metrik
51. Measuring Causation
52. Hambatan dalam. Mengimplementasikan Sistem Pengukuran
53. Berpikir Secara Strategis Mengenai Pengukuran
54. Mengukur Penempatan SDM
55. Dua Dimensi Penempatan
56. Menilai Penempatan Internal
57. Assessing External Alignment
58. A Step In Sophistication: The Systems Aligment MAP
59. Menggunakan Matrik SAM untuk Mengatur Performance
60. Kompetensi Bagi Profesional HR
61. Mengubah Profesi
62. Apakah Kompetensi SDM
63. Manajemen Kinerja SDM yang Strategic: Kompetensi Baru
64. Managing HR Competencies
65. Mengimplementasikan HR Scorecard
66. Pelajaran Umum Perubahan
67. Menerapkan Pelajaran. Manajemen Perubahan pada HR Scorecard

Bab 13 Kompetensi dan Balas jasa
1. Pendahuluan
2. Kompensasi
3. Pengertian Kompensasi
4. Tujuan Manajemen Kompensasi
5. Komponen-komponen Kompensasi
6. Pengaruh Lingkungan Eksternal. pada Kompensasi
7. Pengaruh Lingkungan Internal pada Kompensasi
8. Menetapkan Kompensasi
9. Evaluasi dan Analisis Pekerjaan
10. Survei Upah dan Gaji
11. Nilai Pekerjaan
12. Tantangan-tantangan dalam Kompensasi
13. Upah
14. Pengertian Upah
15. Penggolongan Upah
16. Proses Penentuan Upah
17. Gaji
18. Pengertian Gaji
19. Tujuan Pemberian Upah dan Gaji
20. Tahapan Utama dalam Pemberian Upah dan Gaji
21. Faktor-faktor yang Menentukan.
22. Kebutuhan Hidup dan Upah Minimum di Indonesia
23. Insentif dan. Pembagian Keuntungan.
24. Pengertian Insentif
25. Tujuan Insentif
26. Program Insentif
27. Penggolongan Insentif
28. Sistem Pemberian Insentif
29. Metode Pembagian Keuntungan

Bab 14 Proteksi SDM
1. Pendahuluan
2. Pengertian Proteksi
3. Faktor-faktor yang Menentukan Proteksi
4. Santunan Sebagai Sarana Proteksi
5. Peranan Imbalan tidak Langsung
6. Pemberian jaminan Asuransi
7. jaminan Keamanan Karyawan
8. Tunjangan Berupa Istirahat Kerja
9. Tunjangan Berupa Pengaturan Kerja
10. Beberapa Bentuk Santunan Pekerja
11. Masalah Administratif
12. Perlindungan, Keselamatan, dan Kesehatan Pekerja
13. Perlindungan
14. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja
15. Tujuan clan Pentingnya Keselamatan Kerja
16. Gangguan Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
17. Strategi Meningkatkan Kualitas Kerja
18. Memantau Tingkat Keselamatan dan Kesehatan Kerja
19. Mengendalikan Stres clan Kelelahan Kerja
20. Mengembangkan Kebijakan-kebijakan Kesehatan Kerja
21. Menciptakan Program-program Kebugaran
22. Pertimbangan. Hukum

Bab 15 Menyesuaikan Harapan Karyawan dengan Strategi Perusahaan Melalui
Komunikasi dan Disiplin Kerja
1. Pendahuluan
2. Membangun Komunikasi
3. Pembentukan Harapan Karyawan
4. Pemahaman Komunikasi
5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Komunikasi
6. Mengomunikasikan Arah Strategi Perusahaan
7. Penjabaran Strategi ke dalam Tujuan Perusahaan
8. Perubahan Budaya Perusahaan
9. Kepemimpinan
10. Membangun Disiplin Kerja
11. Disiplin Kerja
12. Pengertian Disiplin Kerja
13. Bentuk-bentuk Disiplin Kerja
14. Pendekatan Disiplin Kerja
15. Sanksi Pelanggaran. Kerja
16. Mengatur clan Mengelola Disiplin
17. Instrumen Pengukuran Komunikasi Interpersonal

Bab 16 Motivasi dan Kepuasan Kerja
1. Pendahuluan
2. Motivasi
3. Dasar-dasar Pokok Motivasi
4. Motivasi Bersifat Positif
5. Berbagai Pandangan Motivasi dalam Organisasi
6. Motivasi Insentif Para Manajer Eksekutif
7. Kepuasan Kerja
8. Indikator Kepuasan Kerja
9. Pengukuran Kepuasan Kerja
10. Mengukur Motivasi dan Kepuasan Kerja Karyawan
11. Instrumen untuk Mengukur Motivasi Kerja Karyawan
12. Instrumen untuk Mengukur Kepuasan Kerja Karyawan
13. Instrumen untuk Mengukur Etos Kerja Karyawan

Bab 17 Pemeliharaan Hubungan Pekerja
1. Pendahuluan
2. Pengertian Serikat Pekerja
3. Pentingnya Serikat Pekerja Bagi Karyawan
4. Tantangan dalam Hubungan Kerja
5. Peran Departemen SDM
6. Kualitas Kehidupan Kerja Melalui Keterlibatan Karyawan
7. Kualitas Kehidupan Kerja dan Penguatan Intervensi
8. Praktik Hubungan Kerja
9. Bimbingan Kepada Karyawan (Employee Consulting)
10. Hubungan Manajemen dengan Serikat Pekerja
11. Hakikat Keberadaan Serikat Pekerja
12. Sistem Manajemen dengan Serikat Pekerja
13. Hubungan Pekerja dengan Manajemen
14. Struktur dan Fungsi Serikat Pekerja
15. Tahapan Hubungan antara Manajemen dan Serikat Pekerja
16. Hubungan Serikat Pekerja dengan Manajemen
17. Arbitrase

Bab 18 SDM Internasional
1. Pendahuluan
2. Penanggulangan Masalah SDM Internasional
3. Masalah Keragaman Gugus Kerja
4. Kesadaran Budaya
5. Asumsi
6. Struktur Departemen
7. Hak Tenaga Kerja
8. Internasionalisasi Tenaga Kerja
9. Perencanaan Strategic dalam Perusahaan Multinasional
10. Struktur Organisasi Perusahaan Multinasional
11. Manajemen SDM Perusahaan Multinasional
12. Personel dan. Organisasi dari Persepsi Perbandingan.
13. Menganalisis Perbedaan Lintas Bangsa
14. Cara-cara Menghasilkan Outcome Organisasi
15. Pengembangan SDM dan Kebijakan Penyediaan Staf
16. Sistem Pendidikan dan. Pelatihan
17. Pasar Pekerja (Labour Market)
18. Pengaruh Perusahaan Terhadap Pendidikan
19. Mengelola Staf Internasional
20. Komposisi Staf Internasional
21. Pelatihan dan Pengembangan Staf Internasional
22. Tinjauan Umum Training SDM Internasional.
23. Masalah Kembali ke Budaya Asal
24. Menutup Lingkaran
25. Peranan Wanita dalam Manajemen Internasional
26. Bisnis Internasional, Relasi Industri dan Demokrasi Industri
27. MSDM Internasional dan Hubungan Industrial: Kerangka Analisis
28. Variasi Nasional dalam Partisipasi Pekerja
29. Kebijakan dan Praktik Perusahaan Multinasional dan. Hubungan Industrial
30. Kebijakan Social Eropa dan Hubungan Industrial Eropa

Bab 19 Konflik dan. Stres Kerja
1. Pendahuluan
2. Konflik Kerja
3. Pengertian Konflik Kerja
4. Bentuk-bentuk Konflik dalam Perusahaan
5. Jenis-jenis Konflik
6. Penyebab Timbulnya Konflik Kerja
7. Cara Mengelola Konflik
8. Stres Kerja
9. Pengertian Stres Kerja
10. Pendekatan Stres Kerja
11. Cara Mengelola Stres Kerja

Bab 20 Sistem Informasi SDM
1. Pendahuluan
2. Pengertian Sistem Informasi SDM
3. Keterkaitan Antara SISDM dengan Aktivitas SDM
4. Evolusi Sistem Informasi SDM
5. Kegunaan Sistem Informasi SDM
6. Komponen Dasar Sistem Informasi SDM
7. Sumber-cumber Informasi SDM
8. Kriteria Sistem Informasi SDM
9. Model Merancang Sistem Informasi SDM
10. Pedoman Merancang Sistem Informasi SDM
11. Pengamanan Sistem Informasi SDM

Bab 21 Audit SDM
1. Pendahuluan
2. Pengertian Audit SDM
3. Latar Belakang Perlunya Audit SDM
4. Norma Audit
5. Manfaat Audit SDM
6. Tujuan Audit SDM
7. Sumber Data Audit SDM
8. Prospek Audit Pendekatan Riset Audit SDM
9. Instrumen-instrumen Audit SDM
10. Laporan Audit
11. Rekomendasi Hasil Audit
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT PENULIS

KEMBALI KE HALAMAN AWAL

Share This Article


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015. AJIBAYUSTORE - All Rights Reserved-ALAMAT JALAN KEBANGKITAN NASIONAL TOKO BUKU NO.21-22 SOLO JAWA TENGAH KONTAK:0857 2823 4422
Creating Website Miko Bayu Saputra